Genggong Musik Tradisional Lombok Utara

Genggong adalah sebuah alat musik tradisional yang terbuat dari pelepah daun enau/aren (bahasa Lombok : jemaka), walaupun hanya terbuat dari pelepah daun enau/aren alat musik ini dapat menghasilkan irama yang sangat indah, proses pembuatan alat musik genggong cukup rumit karena memerlukan keahlian khusus.

Ismayadi (43) warga dusun Penjor desa genggelang kecamatan gangga lombok utara menuturkan kesenian ini sebenarnya sudah punah, jika dilihat dari keberadaan alat musik genggong sangat jarang ditampilkan. Alat musik tradisional ini pada masa lalu sambungnya biasanya dibunyikan pada saat gerhana bulan. Tujuannya, menurut keyakinan warga setempat dengan membunyikan genggong guna membantu bulan tak terlalu lama diselimuti oleh suasana gelap. Pada saat itulah biasanya alat musik genggong ini dimainkan.

Alat musik  ini sangat sederhana mulai dari bentuk dan cara memainkannya, alat musik ini biasanya dimainkan tidak lebih dari 8 orang, namun jika semakin banyak yang memainkan maka semakin bagus suara alat musik tradisional itu terdengar. Menurut Ismayadi biasanya kesenian ini dimainkkan 4 atau 8 pemain.

Alat musik tradisional “Genggeong” ini merupakan alat musik yang hampir punah, karena sudah sangat lama tidak dimainkan. Namun sekarang sudah mulai dimainkan dan dilestarikan agar kebudayaan asli yang ada di Kabupaten Lombok Utara tetap ada. Salah satu bukti kembali dimainkannya alat musik ini adalah pada beberapa bulan yang lalu alat musik genggong ini sempat dipentaskan di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) di Jakarta, dan mendapat respon yang bagus dari para duta Luar Negeri yang hadir pada saat itu.

Apabila anda ingin mengetahui secara dalam tentang alat musik genggong ini silahkan berkunjung ke dusun Penjor Lombok Utara, disana anda akan diberikan penjelasan yang lebih lengkap dan jelas.

Untuk pemasangan iklan ataupun info lebih lanjut silahkan hubungi saya di : 
hand phone : (Telkomsel) 082-342-114-129 
E-mail : 7og4nk@gmail.com