Sejarah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di Pulau Lombok bernama Kerajaan Laeq. Tetapi sumber lain menyatakan bahwa kerajaan tertua adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan diperintah oleh seorang Raja Batara Indra. Sebagaimana disebutkan dalam Babad Suwung. Setelah Kerajaan Suwung ini, muncullah Kerajaan Lombok.

Sebelum itu penduduk asli di Pulau Sumbawa merupakan kelompok-kelompok kecil yang masing-masing dipimpin oleh seorang kepala suku. Di kalangan masyarakat Mbojo disebut Niceki dan didalam masyarakat suku Samawa disebut Tau Lokaq. Kerajaan-kerajaan di Sumbawa Timur dimaksud adalah kerajaan Bima Sanggar dan Dompu. Sementara di Sumbawa Barat kerajaan Utan Kadali, Seran, dan Taliwang, sebagaimana disebut di dalam kitab Negarakertagama.

Kerajaan Lombok inilah yang bebrapa tahun kemudian, oleh Pangeran (Sunan) Prapen, putra Sunan Giri dijadikan sebagai basis islamisasi Pulau Lombok. Setelah Sunan Prapen berhasil menjalankan tugasnya di Pulau Lombok, maka ia meneruskan misinya ke Pulau Sumbawa. Di sini pun ia berhasil dengan gemilang menyebarkan agama Islam. Sepeninggal Sunan Prapen, atas dasar pertimbangan strategis, Prabu Rangkesari yang menggantikan Prabu Mumbul sebagai raja Kerajaan Lombok memindahkan ibukota yang semula terletak di Teluk Lombok ke bekas Kerajaan Selaparang (periode Hindu), yaitu Selaparang seperti nama kerajaannya.

NTB
Peta Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pada bulan Juni 1618, Kerajaan Gowa menaklukkan dan mempersatukan Kerajaan-kerajaan yang ada di Sumbawa Barat. Kemudian berturut-turut pada tahun 1633. Gowa menaklukkan Bima, Tambora Sanggar, dan Dompu, serta tahun 1640 menundukkan Selaparang. Penaklukan-penaklukan tesebut lebih banyak dilakukan dengan cara kultural dan spiritual. Artinya, secara damai melalui perkawinan antara keluarga raja dan kesepakatan untuk mempertahankan islam di antara mereka.

Pada tanggal 16 November 1667, VOC berhasil memaksa Sultan Hasanudin sebagai penguasa Gowa untuk menandatangani perjanjian yang terkenal dengan Perjanjian Pongaya. Akibat dari perjanjian itu adalah mundurnya Gowa dari kerajaan-kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Kerajaan Karang Asem/Singasari, Bali, yang sejak lama mengincar Pulau Lombok,baru berhasil menguasainya pada tahun 1470 setelah kerajaan ini melakukan persekutuan dengan Arya Banjar Getas. Maka sejak saat itulah pengaruh Bali kembali mewarnai kehidupan sosial, politik, dan budaya suku sasak.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka dibentuklah Provinsi Sunda Kecil (terdiri atas Bali, NTT, dan NTB) pada tanggal 19 Agustus 1945. Namun sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat waktu itu tentang pemekaran wilayah di Indonesia, maka melalui Undang-Undang No. 64 Tahun 1958, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1958, Nusa Tenggara Barat resmi menjadi Provinsi sendiri dari hasil pemekaran Provinsi Sunda Kecil.

Untuk pemasangan iklan ataupun info lebih lanjut silahkan hubungi saya di :
hand phone : (Telkomsel) 082-342-114-129
E-mail : 7og4nk@gmail.com

+++++TATA TERTIB BER-KOMENTAR++++
(1) Mohon Ber-Komentar Dengan Sopan
(2) Mohon Untuk Tidak Menyebar Fitnah Ataupun Sara
(3) Mohon Untuk Sertakan Sumber Artikel Jika Anda COPAS
(4) Berkomentarlah Dengan Bijak dan Sesuai Dengan Pembahasan

+++++MOHON MAAF JIKA TIDAK BISA REPLAY+++++